Mungkinkah Honda Freed Hadir Kembali di Indonesia dan Jadi Rival Tangguh Toyota Sienta?

otomekanik.ID – Saat ini Toyota Sienta bermain sendirian lantaran Honda Freed discontinued. Nah, mungkinkah Honda Freed hadir kembali di Indonesia dan jadi rival tangguh Toyota Sienta?

Simak ulasannya di sini bro.

Mobil dengan kapasitas 7 orang selalu menjadi pilihan moda transportasi paling pas di Indonesia. Hal ini terbukti dari penjualan Honda Mobilio yang cukup mendominasi.

Apakah Honda Freed siap kembali diproduksi? Mengingat Toyota Sienta melenggang tanpa lawan di kelas ini.

Salah satu keunggulan di kelas ini adalah penerapan pintu geser elektrik dan dimensi bodi yang kompak ( P x L x T : 4.265  x 1.695 x 1.710 mm).

Mungkinkah Honda Freed Hadir Kembali di Indonesia dan Jadi Rival Tangguh Toyota Sienta? Simak Ulasannya di Sini

Artinya, konsumen tetap cocok untuk lalu lintas perkotaan, namun memiliki kesan eksklusif dengan pintu geser elektriknya.

Apalagi Honda Freed menerapkan captain seat di bangku baris keduanya dan di generasi ini dapat dimaju-mundurkan hingga 120 mm. Artinya, lebih fleksibel kan dalam mengatur kelegaan ruang kaki di bangku baris kedua dan ketiga.

Terutama untuk akses ke bangku baris ketiga. Pilihan bangku menyambung di baris kedua pun kini tersedia, sehingga mirip seperti Toyota Sienta.

Desain boxy pun tetap dipertahankan agar ruang kabin tetap lapang. Bahkan pihak Honda mengklaim bahwa generasi terbaru ini lebih luas dari pendahulunya.

Mungkinkah Honda Freed Hadir Kembali di Indonesia dan Jadi Rival Tangguh Toyota Sienta? Simak Ulasannya di Sini

Lebih panjang 50 mm, dipadu dengan wheelbase 2.740 mm serta bentuk buritan yang rata tanpa kehadirannya bumper. Hal ini jelas kian mempermudah akses masuk barang ke dalam Freed dengan pintu belakang yang lebih besar.

Di Jepang sendiri, Honda Freed telah diperkenalkan pada Juni 2016 sebagai generasi kedua, sejak kehadirannya di 2008.

Dari sisi penampilan, tentu bahasa desain Honda terbaru diterapkan agar Freed terlihat modern dengan bentuk grille serta headlamp sporti.

Untuk mesin, inilah yang menjadi kendala Honda Prospect Motor (HPM) selaku APM Honda di Indonesia untuk merilis Freed.

Mungkinkah Honda Freed Hadir Kembali di Indonesia dan Jadi Rival Tangguh Toyota Sienta? Simak Ulasannya di Sini

Pasalnya, mesin yang diadopsi generasi ke-2 Freed ini menggunakan teknologi Earth Dream dari generasi sebelumnya.

Jadi mesin yang diadopsi Honda Freed, berbeda dengan teknologi Earth Dream terbaru yang menggunakan turbocharged seperti pada Civic dan CR-V terbaru. Padahal mesin turbo telah diproduksi di pabrik Honda Karawang, Indonesia.

Dengan kode mesin L15B, Honda Freed gen2 punya spesifikasi kapasitas 1.496 cc i-VTEC  dengan rasio kompresi 11,5:1. Tapi bedanya, mesin ini kini mengadopsi teknologi direct injection.

Nggak heran jika tenaganya mencapai 131 ps (129 dk) di 6.600 rpm dan torsi 155 Nm di 4.600 rpm.

Transmisi otomatis 5-speed pun telah tergantikan dengan jenis CVT.  Dipastikan transmisi tanpa roda gigi ini memiliki keunggulan dalam hal kehalusan saat berakselerasi dan efisiensi konsumsi BBM.

Atas dasar inilah, Honda Freed masih dalam tahap pembelajaran untuk dirilis di Indonesia. Kecuali, jika mesin terbaru ini telah dibikin di pabrik Honda Indonesia dan disematkan pada Honda Jazz dan City.

Otomatis secara nilai ekonomis, hal tersebut memungkinkan untuk disematkan pada Honda Freed yang notabene mengadopsi sasis serupa dengan Jazz dan City.

“Hingga saat ini, belum ada rencana Honda Prospect Motor untuk merilis Honda Freed di Indonesia,” terang  Jonfis Fandy, Marketing and After Sales Service Director HPM saat di berada di Jepang (25/10/17).

Nah kesimpulannya, Honda Freed masih perlu menunggu HPM untuk memilih mesin terbaru di generasi selanjutnya, biar biaya produksi mesin tetap masuk sehingga berujung pada harga jual yang rasional.

(BACA JUGA: Pusing Antara Pilih Beli Mobil Dengan Mesin Diesel atau Bensin? Ini Kisi-kisi Jawabannya Bro)

(BACA JUGA: Jadi Model Paling Laku, Inilah Spesifikasi Teknis Wuling Confero S 1.5 L di Indonesia)

(BACA JUGA: Jangan Ganti Oli Mesin Setiap 10.000 Km Kalo Elo Tinggal di Jakarta, Ini Sebabnya Bro)

Penulis: Dhany Ekasaputra

Foto: Jonfis Fandy

Facebook Comments
share it...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr