Inilah Panduan Cara Atur Preload di Sokbreker Motor Aftermarket, Jangan Asal Putar Per Bro!

otomekanik.ID – Nggak sedikit motor standar kini telah dilengkapi pengaturan kekerasan per, terutama di suspensi belakang. Nah, inilah panduan cara atur preload di sokbreker motor aftermarket.

Ternyata ada aturannya bro. Nggak bisa asal putar buat bikin per terasa keras atau empuk.

Preload adjuster atau pengaturan kekerasan per sepertinya sudah umum hadir di sokbreker aftermarket. Bahkan produsen motor pun kini mulai menyematkan pengaturan ini agar lebih fleksibel.

(BACA JUGA: Oli Sokbreker Motor Perlu Diganti Secara Berkala, Ini Sebabnya Bro)

Tujuannya adalah menyesuaikan kekerasan per dengan bobot yang diusungnya.

Selama ini, nggak sedikit pemilik motor yang lebih mengutamakan rasa dalam mengatur fitur preload adjuster ini. Hal ini nggak salah, namun nggak sepenuhnya benar. Pasalnya, ada aturan agar suspensi dapat bekerja optimal.

Langkah pertama adalah gunakan standar tengah agar ban yang akan di-setting dapat terangkat, lalu beri penanda di batang as sokbreker.

Langkah kedua, turunkan standar tengah, kemudian tunggangi motor seperti kondisi sehari-hari. Jadi helm, jaket, tas digunakan, bahkan penumpang belakang turut naik ke motor,

jika setiap hari berboncengan, hingga as sokbreker tertekan. Pastikan motor nggak ngayun agar penanda tidak bergeser.

Langkah ketiga, standar tengah kembali hingga ban terangkat, lalu ukur jarak main suspensi dengan menggunakan penggaris atau sigmat.

(BACA JUGA: Wajib Diganti, Ada Dua Panduan Cara Ganti Oli Sokbreker, Pilih Volume atau Jarak?)

Nah angka inilah yang akan menjadi panduan untuk mengatur preload adjuster di suspensi motor.

“Untuk motor harian, rentang jarak ideal suspensi belakang adalah 25-35 mm atau setara dengan 20-30% dari jarak main suspensi (travel suspension),” terang Eddy Saputra, Direktur Ohlins Indonesia.

“Sedangkan bagian depan, berkisar di angka 30-45 mm atau 25-35% dari travel suspension,” lanjutnya.

Kini elo tinggal atur kekerasan per (preload) agar masuk ke dalam range kerja tersebut. Jika jaraknya terlalu banyak, artinya per terlalu lembut.

Jika sudah di titik terkeras, angka 35 mm belum tercapai untuk suspensi belakang, artinya per perlu diganti dengan spring rate yang lebih keras lagi.

Nah, buat pemilik motor yang mengadopsi produk aftermarket preload adjuster di suspensi depan, juga perlu menerapkan cara yang sama.

(BACA JUGA: Siap-siap Rasio Kompresi Turun Kalau Elo Ganti Kem High Performance, Ini Sebabnya Bro)

“Jadi sebelum mengatur compression dan rebound adjuster di sokbreker, pastikan preload sudah disetup dengan benar,” ujar Eddy Saputra.

Selamat mencoba.

Penulis: Dhany Ekasaputra

Foto: Dhany Ekasaputra

Facebook Comments
share it...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr