Review Open Looper Speed Sparks, Bisa Tipu Mesin Motor Buat Tingkatkan Performa

otomekanik.ID – Inilah review Open Looper Speed Sparks. Pake alat ini, elo bisa tipu mesin motor buat tingkatkan performa sesuai kemauan. Penasaran?

Tau nggak bro, penerapan pasokan bahan bakar injeksi dengan sistem tertutup alias close loop, bikin performa motor tertahan? Jadi terasa nggak maksimal saat dibutuhkan bro. Seperti pas nyalip kendaraan lain.

Pasalnya, dengan close loop membuat semprotan bensin akan dikoreksi oleh ECU ketika diperoleh info bahwa rasio bahan bakar dengan udara (Air Fuel Ratio – AFR) nggak seimbang – jauh dari komposisi 14,7 (udara) :1 (bensin) – oleh sensor Oksigen di knalpot.

(BACA JUGA: Usia Sudah Setahun, Inilah Checklist Perawatan Sistem Injeksi Yamaha Nmax)

Nah kondisi ini tentu kurang asyik untuk memperoleh akselerasi optimal, terutama di kondisi ‘stop and go’. Akibatnya, nggak sedikit produk yang dirilis untuk memanipulasi data dari sensor oksigen tersebut.

Caranya cukup mudah, yakni dengan menambah hambatan agar tegangan listrik yang masuk ke ECU berubah sehingga komputer akan menganggap bahwa AFR dalam kondisi normal-normal saja.

Sebagai informasi, sensor Oksigen terbagi menjadi  dua; narrow band dan wide band. Untuk di motor, masih mengadopsi jenis narrow band dengan tegangan kerja 0,1 – 0,9 Volt sebagai input ke ECU.

(BACA JUGA: Banyak Motor Pakai Pendingin Cairan, Inilah Tips Cara Ganti Air Radiator Yamaha Nmax)

Artinya, 0,45 Volt menjadi lamda 1 atau mencapai komposisi 14,7:1. Sedangkan jenis wide band, bekerja direntang 0,1 – 5 Volt, lantaran sensor ini memang diperuntukkan agar mampu bekerja lebih presisi.

Berbeda dengan Open Looper lansiran Speed Sparks. Produk anak bangsa ini malah membuat rangkaian elektronik untuk menggantikan fungsi sensor Oksigen.

Dengan kata lain, Open Looper membuat sistem menjadi terbuka alias nggak tertutupi lagi seperti kondisi standar. Nggak heran jika kabel sensor perlu dilepas dan digantikan oleh koneksi dari Open Looper Speed Sparks.

Alhasil, rangkaian elektronik inilah yang akan menginput data tegangan listrik ke ECU.

Jadi, pemilik motor dapat dengan mudah mengatur debit bahan bakar sesuai kebutuhan mesin via obeng minus. Diputar searah jarum jam akan lebih irit. Begitu pun kebalikannya.

Itu teorinya bro. Bagaimana kalo sekarang otomekanik.ID mencobanya di Yamaha Nmax produksi 2015? Setup awal, posisi potensio berada di tengah-tengah.

(BACA JUGA: Yamaha MT-25 Punya Warna dan Grafis Baru, Berapa Harganya Sekarang Bro?)

Tes jalan sebentar, perubahannya langsung terasa. Respons akselerasi meningkat drastis, terutama di kecepatan rendah hingga sedang.

Paling asyik saat digunakan akselerasi pertengahan. Maksudnya, motor nggak berakselerasi dari kondisi diam, seperti pas mau nyalip kendaraan lain.

Sangat terasa sekali perbedaannya. Motor menjadi lebih responsif. Pun begitu di putaran atas, meski menurut otomekanik.ID lebih mengacu pada setup di area CVT.

(BACA JUGA: Honda CB150R ExMotion Jadi Motor Cafe Racer Pertama Honda, Simak Detailnya Bro)

Tapi sang kreator Speed Sparks – Adrian Hendrayana – mengingatkan bahwa manipulasi data Oksigen sensor itu tidak membuat seluruh rentang rpm bertambah debit BBM-nya.

Sebab dalam kondisi normal saja – tanpa Open Looper –  saat gas dipelintir poll, maka ECU tetap mengadopsi sistem open loop (terbuka), dan nggak lagi ambil input utama dari Oksigen sensor.

Alhasil, yang bekerja saat gas poll di putaran atas lebih disebabkan oleh mapping asli dari ECU.

Paling asyik memang perlu diukur via AFR meter untuk mengetahui rasio bahan bakar yang optimal untuk performa di setiap rentang putaran mesin.

Sebagai info, AFR untuk performa optimal berada di angka 12,5-13,5:1. Dan posisi saat potensio Open Looper di tengah, AFR meter berlabel Innovate LM-2 menunjukan angka 13.

Bahkan saat dicek dengan diagnostic tool lansiran Apitech, semprotan injector dapat diatur sesuai kebutuhan untuk memperoleh AFR yang diinginkan.

(BACA JUGA: Pake Ban Tubeless, Pahami Cara Tambal Ban Motor, Nggak 100 Persen Anti Bocor Bro)

Dalam kondisi normal, injector menyemprot selama 2 millisecond (ms) saat kondisi idle, tinggal memutar potensionya, angka dapat diubah hingga 5 ms. Saehingga elo bisa atur sesuai kebutuhan agar performa kian optimal.

Sedikit catatan diberikan Speed Spark dalam hal pemasangan Open Looper yang dijual hanya Rp 200 ribu.

Pastikan Open Looper mengambil input tegangan positif (+) kontak dengan tepat. Hal ini untuk menghindari Open Looper gagal bekerja.

(BACA JUGA: Siapa Yang Lebih Laku, Kawasaki Versys-X 250 Atau Honda CRF250 Rally?)

Penulis: Dhany Ekasaputra

Foto: Dhany Ekasaputra

Facebook Comments
share it...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr