Pabrik Canggih : Mitsubishi Tingkatkan Produksi XPander

Otomekanik.ID – Mitsubishi mengundang media, bloger dan komunitas untuk mengunjungi pabrik canggih nya di Cikarang, Jawa barat (7/2), sekaligus mengumumkan bahwa Mitsubishi tingkatkan produksi Xpander agar mampu memenuhi kebutuhan pasar Tanah Air.

Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukan fasilitas dan proses produksi di pabrik Mitsubishi yang baru diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo pada April 2017.

Pabrik ini mampu memproduksi hingga 160 ribu unit per tahun. Saat ini telah memproduksi Xpander dan Pajero Sport. Rencananya, tahun ini juga akan memproduksi Colt L-300.

“Setelah di Desember mampu memproduksi 5.000 unit, di Januari ini bisa memproduksi 8.000 unit. Bahkan di bulan Mei ditargetkan bisa mencapai 10.000 unit/bulan agar kebutuhan eksport dapat terpenuhi,” terang Satoshi Yamagami, Production Manager PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia.

Peningkatan kapasitas produksi ini tentu akan memangkas jumlah penginden Mitsubishi Xpander yang telah mencapai 50 ribu SPK di Indonesia sejak diluncurkan Agustus 2017.

Bahkan demi menuhi kebutuhan pasar domestic, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia memundurkan jadwal eksport ke Negara Filipina menjadi bulan Mei, dari rencana awal di Maret 2018.

“Konsumen Mitsubishi untuk jenis MPV di Filipina, cukup tinggi dan menjadi Negara pertama yang meminta Xpander,” jelas President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia.

Peningkatan kapasitas produksi ini juga didukung oleh pabrik yang canggih. Beberapa bagian produksi seperti pengecatan dan perakitan sasis mengadopsi robot agar kian presisi dan efisien. Komposisinya mencapai 40% penggunaan robot dari seluruh proses produksi.

Satu yang menarik adalah penerapan Automatic Guide Vehicle (AGV). Jadi proses produksi dan mengantar barang antar divisi dilakukan dengan menggunakan teknologi ini. Jadi tidak ada lagi peran driver karena alat ini bekerja berdasarkan panduan magnet dilantai.

Quality Control produksi pun telah menggunakan e-check system. Jadi saat terjadi kesalahan, dapat dapat langsung terdeteksi karena terintegrasi dengan system produksi. Jadi gak perlu lagi pemeriksaan kertas cek secara manual.

Penulis : Dhany Ekasaputra

FOTO : Istimewa

Facebook Comments
share it...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr