Oli Sokbreker Motor Perlu Diganti Secara Berkala, Ini Sebabnya Bro

otomekanik.ID – Meski kerjanya tidak seberat oli mesin, oli sokbreker motor perlu diganti secara berkala. Kenapa? Ini sebabnya bro.

Soalnya, seiring waktu dan kondisi, tingkat kekentalan oli akan menurun sehingga mempengaruhi kemampuan kerja suspensi secara keseluruhan.

“Secara teori, penggunaan oli di sokbreker untuk motor sport bisa sampai 10.000 km dan motor turing hingga 20.000 km,” terang Eddy Saputra, Direktur Ohlins Indonesia.

(BACA JUGA: Harga Lebih Mahal Dari Mitsubishi Xpander, Inilah Tampang Skutik Vespa MP3 500 Business)

“Tapi dengan kondisi jalan di Indonesia yang terlalu berdebu, bisa mempercepat oli jadi kotor, jadi penggantian oli bisa diganti setiap 5.000 km,” tegasnya.

Eddy Saputra pun menjelaskan bahwa debu itu sendiri akan menyelinap masuk melalui sil. Dengan partikel debu yang kecil sekali, lama kelamaan oli sokbreker pun akan kotor.

Ciri utama oli sokbreker perlu diganti dengan memperhatikan ayunan kerja suspensi.

(BACA JUGA: Usia Sudah Setahun, Inilah Checklist Perawatan Sistem Injeksi Yamaha Nmax)

Jika motor terasa limbung saat bermanuver atau terjadi gerakan berlebih saat melewati jalan berlubang, artinya kekentalan oli sudah sangat encer sehingga tidak mampu menahan ayunan per.

Karena mayoritas konstruksi suspensi depan motor masih mengadopsi jenis suling, otomatis peran oli akan mempengaruhi kinerja compression (menekan) dan rebound (merenggang).

Oli sokbreker yang sudah encer, umumnya membuat suspensi bergerak lebih jauh atau terasa amblas saat mengerem. Ini jelas membuat motor jadi nggak stabil.

(BACA JUGA: Kulik Mesin Wuling Confero S, Benar Nggak Ia Pakai Mesin Chevrolet Spin?)

Nah, jangan diabaikan ya bro. Kalo motor sudah nggak stabil, buruan deh ganti oli sokbrekernya.

Penulis: Dhany Ekasaputra

Foto: Dhany Ekasaputra

Facebook Comments
share it...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr