Mobil Ganti Pelek Racing, Elo Harus Pakai Produk Ini, Buat Safety Bro

otomekanik.ID – Doyan modifikasi dan mobil ganti pelek racing? Boleh saja. Tapi elo harus pakai produk ini. Buat safety bro.

Bukan tanpa alasan, elo wajib pakai center ring kalau mau ganti pelek racing. Jangan dianggap sepele ya.

Cara termudah BiKer (bikin Keren) mobil adalah dengan mengganti pelek dengan produk aftermarket atau kanibal dari mobil lain. Biasanya orang akan mengacu pada model dan jarak antar lubang baut yang sama (PCD).

Padahal ada hal lain yang lebih penting lho bro!

Model pasti jadi pertimbangan pertama dalam memiliki pelek pengganti. Setelah itu, baru deh melihat jarak lubang baut alias PCD (Pitch Circle Diameter) pelek, apakah sesuai atau nggak dengan mobilnya.

Lantas, apa cuma itu bro?

Hub Roda

Nggak sedikit orang yang beranggapan bahwa dengan PCD sesuai, otomatis mobil sudah aman. Padahal bobot kendaraan bukan tugas dari lubang baut. Ada hub roda yang jauh lebih penting.

“Tugas baut hanya menjaga agar roda tetap menempel sempurna di tempatnya. Sedangkan hub roda bertugas untuk menopang bobot kendaraan,” terang Iwan Abdurahman, Workshop Department Head Technical Service Division PT Toyota Astra Motor.

Nggak heran jika produsen mobil selalu membuat pelek yang memiliki centre bore atau lubang di tengah pelek yang presisi terhadap diameter hub roda.

Jika diperhatikan, mobil dengan kemampuan untuk mengangkut beban berat, biasanya memiliki diameter hub roda yang besar pula. Seperti diameter hub roda Toyota Vios 54 mm, sedangkan Honda Freed bisa sampai 56 mm.

Perlu Center Ring

Nah, biasanya pelek aftermarket memiliki center bore lubang yang cukup besar, seperti brand OZ Superturismo yang punya center bore 67,5 mm. Tujuannya agar pelek bisa dipasang pada banyak merek mobil yang punya ukuran PCD yang sama.

Masalahnya, otomatis akan terjadi celah antara hub roda dengan center bore di pelek. Simpelnya, hub roda nggak lagi memegang pelek dan tugasnya tergantikan oleh baut roda.

Artinya, beban kendaraan akan tertumpu ke baut roda. Padahal bukan itu tugas utama baut roda. Belum lagi kalo elo suka grasak-grusuk atau berhadapan dengan jalan rusak. Kebayang dong risikonya bro?

Kemungkinan baut roda putus saat terjadi impact keras dari jalan – semisal menabrak lubang – kian besar. Paling sering terjadi adalah getaran pada roda akibat pelek nggak menempel sempurna, meski pelek sudah dibalans sekali pun.

Untuk itu, center ring diperlukan agar celah antara center bore di pelek dengan hub roda dapat terisi kembali. Alhasil, titik tumpu akan kembali ke hub roda seperti kondisi sedia kala.

BACA JUGA:

Transmisi Manual Suzuki Ignis Bunyi Di Kecepatan Rendah, Harus Ganti Kopling Set Bro

Inilah Tips Pakai Kartu E-toll di Gerbang Tol Otomatis, Jangan Sampai Bikin Masalah Bro

Pusing Antara Pilih Beli Mobil Dengan Mesin Diesel atau Bensin? Ini Kisi-kisi Jawabannya Bro

Penulis: Dhany Ekasaputra

Foto: otodiy.blogspot.co.id

Facebook Comments
share it...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr