Inilah 3 Tips Panduan Cara Pilih Ukuran Pelek Mobil Aftermarket, Biar Tetap Aman dan Nyaman Bro

otomekanik.ID – Inilah 3 tips panduan cara pilih ukuran pelek mobil aftermarket. Yaitu pastikan diameter, lebar dan offset pelek masuk dalam batas toleransi. Biar tetap aman dan nyaman bro.

Setelah paham pentingnya penggunaan ring cones atau center ring di pelek aftermarket agar titik tumpu kendaraan tetap berada di hub roda, kini saatnya elo pahami aturan main lainnya dalam ganti pelek. Apa saja bro?

Diameter Pelek

Produsen mobil selalu merekomendasikan +2 untuk meningkatkan diameter pelek. Misalnya pelek standar pakai ukuran 15 inci, otomatis rekomendasi maksimal naik ukuran adalah 17 inci.

Tujuannya agar total diameter roda (ban+pelek) nggak melenceng terlalu jauh dari kondisi standarnya. Sederhananya, Zulpata Zainal selaku Proving Ground Manager PT Bridgestone Tire Indonesia menyarankan rumus +1 untuk diameter pelek maka -1 untuk profile ban.

Contoh gampangnya, kalo ban dengan ukuran standar adalah 185/65 R15 punya outer diameter atau diameter roda 631 mm. Maka saat naik ke diameter 16 inci, ukuran ban yang direkomendasikan adalah 205/55 R16 yang juga memiliki outer diameter 632 mm alias hanya berselisih 1 mm dari kondisi standar.

Outer diameter atau total dari lingkaran roda akan berpengaruh terhadap akurasi speedometer dan jarak tempuh di panel instrumen. Artinya, kalkulasi perhitungan jarak tempuh, kecepatan, konsumsi BBM yang diolah oleh ECU, tetap setara standar pabrikan.

Lebar Pelek

Nah ini juga terkoneksi dengan lebar ban. Setelah mengetahui outer diameter ban, otomatis lebar pelek juga perlu penyesuaian.

Lebar pelek ukuran 15 inci biasanya berada di angka 5,5 – 6 inci. Sedangkan 16 inci 6,5 – 7 inci, lalu 17 inci akan dimulai dari 7 inci. Biasanya ukuran ini tertera di bodi pelek, seperti 16×6.5 atau 17×7.0.

Pakai pelek yang terlampau lebar akan membuat bobot pelek menjadi sangat berat. Plus kemampuan ban dalam membuang air juga semakin sulit akibat pelek terlalu lebar. Apalagi jika dipadu dengan ukuran ban yang nggak sesuai, seperti penerapan modif hella flush.

Offset Pelek

Bagi yang belum paham, ukuran offset pelek dihitung dari titik tengah dari lebar pelek. Misalnya lebar pelek 6 JJ (6 inci), maka offset 0 akan berada di titik 3 inci dari bibir pelek.

Semakin bergeser ke arah luar pelek, artinya angka akan positif (+) dan berdampak pada posisi roda yang kian masuk ke arah dalam dari batas bodi mobil.

Risiko mentok ke sokbreker atau dek bagian dalam saat setir di belok patah (maksimum) akan semakin besar jika offset terlalu besar.

Begitu pun sebaliknya, offset yang mendekati titik 0 akan membuat ban terlihat keluar dari batas bodi mobil sehingga berdampak pada kemungkinan ban tergerus saat beban penuh.

“Risiko akan dimulai dari tingkat kenyamanan terganggu jika offset terlalu kecil, atau mempengaruhi kestabilan mobil jika offset terlampau besar,” wanti Taqwa SS, tuner Garden Speed di bilangan Cilandak, Jakarta.

“Jadi sebaiknya memperhatikan kedua kendala tersebut jika ingin mengubah offset pelek,” sarannya.

(BACA JUGA: Mobil Ganti Pelek Racing, Elo Harus Pakai Produk Ini, Buat Safety Bro)

(BACA JUGA: Inilah Tips Pakai Kartu E-toll di Gerbang Tol Otomatis, Jangan Sampai Bikin Masalah Bro)

(BACA JUGA: Pusing Antara Pilih Beli Mobil Dengan Mesin Diesel atau Bensin? Ini Kisi-kisi Jawabannya Bro)

Penulis: Dhany Ekasaputra

Foto: www.carid.com

Facebook Comments
share it...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr