Impresi Awal Coba Bensin Revvo 92 Punya SPBU Vivo, Bisa Bikin Irit Nggak Ya?

otomekanik.ID – Inilah impresi awal coba bensin Revvo 92 punya SPBU Vivo. Bisa bikin irit konsumsi BBM nggak ya?

Baru beroperasi Senin, 18 September 2017 lalu, otomekanik.ID pun penasaran untuk mencobanya. Pilihannya pada produk termahal yang tersedia di SPBU Vivo di daerah Cilangkap, Jakarta, yakni Revvo 92.

Harga per liternya Rp 8.250, harga yang sama dengan Pertamax dan masih lebih murah dari Shell Super dengan Rp 8.600 per liternya.

(BACA JUGA: Bukan Merek HP, Inilah Pom Bensin Baru Calon Rival Pertamina, Berapa Harga Jualnya Bro?)

Dengan menggunakan Yamaha Nmax, standar pelayanannya serupa dengan brand asal luar lainnya.

Pengendara dilarang berada di atas jok motor saat pengisian BBM, meski posisi tangki berada di depan alias nggak perlu buka jok.

Metode pembayaran pun nggak berbeda, bisa cash dan non-cash seperti pakai kartu ATM atau kartu kredit.

(BACA JUGA: Inilah Keunggulan Pom Bensin Vivo, Cocok Buat Yang Mobilnya Mulai Loyo)

Menariknya adalah desain mesin dispenser yang berbeda dari yang biasa ditemui. Klaim mereka menggunakan dispenser hidrolik terkini agar pengisian akurat.

Terbukti, jumlah 5,8 liter dapat terisi penuh ke dalam tangki Nmax (biasanya 6,2 liter jika indikator mulai berkedip) dari posisi indikator satu bar di panel instrumen.

Lalu bagaimana impresinya berkendaranya?

(BACA JUGA: Jangan Ganti Oli Mesin Setiap 10.000 Km Kalo Elo Tinggal di Jakarta, Ini Sebabnya Bro)

Semoga bukan sugesti, jika dibandingkan dengan Pertamax Turbo sebagai BBM harian, Revvo 92 terasa memiliki getaran yang lebih halus.

Tapi memang akselerasi tidak responsif alias juga terasa lebih smooth.

Begitu pun dengan konsumsi BBM yang panel indikator menunjukan angka 28,3 km/l, padahal saat sampe lokasi hanya 27,8 km/l.

(BACA JUGA: Review Open Looper Speed Sparks, Bisa Tipu Mesin Motor Buat Tingkatkan Performa)

Tapi ini belum dapat dikatakan akurat, mengingat jarak tempuh belum mencapai 100 km. Masih butuh tes lagi bro.

Sepintas, impresi pertama ini cenderung mendekati karakter BBM Shell ketimbang produk Pertamina.

Namun hal itu perlu dilakukan pengujian lebih mendalam, seperti pengukuran konsumsi BBM aktual dan dynotest.

Penulis: Dhany Ekasaputra

Foto: Dhany Ekasaputra

 

 

Facebook Comments
share it...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr