Ban Susah Pecah Bro! Asal…

otomekanik.ID – Pecah ban merupakan momok paling menakutkan bagi pengemudi mobil lantaran rentan hilang kendali. Padahal ban susah pecah bro! Asal elo perhatikan hal-hal berikut ini.

1. Jaga tekanan angin ban

Tekanan angin ban jadi faktor utama penyebab ban pecah. Bukan lantaran kelebihan tekanan angin, tapi akibat tekanan ban yang kurang dari batas rekomendasi.

“Konstruksi kawat pada dinding ban akan  lebih mudah putus saat ban kekurangan tekanan angin,” terang Zulpata Zainal, Senior Tire Evaluator PT Bridgestone Tires Indonesia.

(BACA JUGA: Toyota Kijang Grand Pecah Ban dan Tabrak Daihatsu Xenia, Inilah Tips Antisipasi Saat Ban Mobil Pecah)

“Hal ini lantaran defleksi pada dinding ban yang berlebihan ketika meredam permukaan jalan. Saat konstruksi kawat putus itulah ban akan pecah,” tegasnya.

Apalagi nggak banyak pemilik mobil yang ‘care’ dengan kondisi bannya. Jangankan kondisinya, tekanan angin ban saja jarang sekali diperiksa.

Arijanto Notorahardjo selaku EVP Marketing & Sales Replacement MC Tire PT Gajah Tunggal Tbk menambahkan bahwa dari hasil survei di beberapa kota besar, hampir 80% pemilik mobil nggak periksa tekanan angin bannya.

(BACA JUGA: Toyota Avanza Tabrakan Dengan Bus di Kebumen, Inilah Tips Cara Menyalip Mobil Dengan Benar)

Bahkan dalam data GT Radial Safety Campaign 2016 dan 2017, mencatat 40% pemilik mobil kekurangan tekanan angin ban saat diperiksa menjelang mudik lebaran.

Bagaimana kalau tekanan angin di atas rekomendasi pabrikan bro?

Jika tekanan angin ban kelebihan dari batas rekomendasi, kondisi ini malah lebih aman lantaran defleksi pada dinding ban minim terjadi, meski diberi beban penuh sekalipun selama load index sesuai.

(BACA JUGA: Toyota Avanza Bawa Tujuh Penumpang Tabrakan Dengan Bus, Inilah Tips Berkendara Dengan Muatan Penuh)

Risikonya lebih kepada bantingan suspensi yang lebih keras dan ban terasa sedikit lebih licin. Tapi tetap, jangan dibiasakan ya bro. Yang bener ya sesuai rekomendasi produsen.

2. Waspada tambalan ban

Jenis tambalan ban yang umum digunakan konsumen di Indonesia adalah model tusuk atau string tubeless. Jenis tambalan ini sebenarnya bukan tambalan permanen yang direkomendasikan oleh produsen ban.

Penambalan yang kurang sempurna mengakibatkan air bisa masuk ke lapisan steel belted pada telapak ban.

(BACA JUGA: Inilah Tips Ganti Air Wiper, Bolehkah Pakai Shampo?)

Lama kelamaan karat akan timbul dan menyebabkan kontruksi kawat akan melemah sehingga menjadi penyebab ban pecah.

3. Hindari benturan keras

Benturan ban dengan benda keras atau tajam pada kecepatan tinggi juga menjadi pemicu pecahnya ban.

Seperti menghantam lubang jalan yang kena dinding ban, atau hadirnya kerikil di telapak, dapat melukai karet ban sehingga steel belted bersinggungan dengan air seperti kasus tambalan ban di atas.

(BACA JUGA: Banyak Kasus Mobil Terbakar di Jalan, Cermati Faktor Penyebab Mobil Bisa Terbakar Sendiri)

4. Perhatikan camber roda

Maksud hati sih tampil keren bro, dengan bikin sudut roda semiring mungkin alias camber negatif. Bahasa modifnya hellaflush.

Hal ini membuat ban mengalami keausan yang tidak merata. Posisinya yang berada di dalam kian sulit untuk memantau kondisinya sehingga bisa menjadi pemicu ban pecah.

(BACA JUGA: Toyota Avanza Tabrakan Dengan Bus di Kebumen Terjadi di Malam Hari, Perhatikan Hal Berikut Ini)

5. Teliti Load Index

Lagi-lagi demi penampilan bro. Mengganti diameter ban tanpa memperhatikan kemampuan ban dalam menopang bobot kendaraan juga dapat menjadi pemicu.

Misalnya sebuah SUV yang memiliki load index ban 112 (1.120 kg) seperti pada Toyota Fortuner 265/65 R17, kemudian diganti dengan ban jenis sedan berukuran 235/35 R19 91Y (615 kg).

Kebayang kan bro, kemampuan ban menurun drastis, hampir 50%-nya. Kalau sudah begini, hanya masalah waktu sebelum musibah terjadi.

(BACA JUGA: Mulai Oktober 2017 Bayar Tol Wajib Pakai Uang Elektronik, Ini Tips Cara Beli dan Isi Ulang e-Toll Card)

Penulis: Dhany Ekasaputra

Foto: www.dotcomwomen.com (ilustrasi)

 

Facebook Comments
share it...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Tumblr